Tampilkan postingan dengan label itinerary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label itinerary. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

Itinerary Singapore-Kuala Lumpur -3 Days


Liburan semester kali ini pergi ke Kuala Lumpur dari Singapore. Setelah melalui musyawarah mufakat & mengakomodir jadwal kami bertiga akhirnya diputuskan berangkat  Sabtu 14 Desember dengan penerbangan Jet Star jam 19.35 dan pulang Selasa 17 Desember penerbangan Jet Star jam 14.20.

Pilihan kami jatuh ke Jet Star karena tiket promo yang murah (PP= 65 SGD) jika dibandingkan dengan couch (bus) Singapore-KL dengan harga yg nyaris sama. 
Hotel yg kami pilih adalah Citin Masjid Jamek yang letaknya 5-10 menit jalan kaki dari Stasiun Kereta Masjid Jamek. Alasan kami memilihnya setelah searching2:
1. salah 1 dari kami pernah stay disana dan dia bilang murah, bersih, pelayanan cukup baik
2. letaknya cukup strategis
3. yang paling penting----> mengakomodir 3 orang dalam 1 kamar (hotel lain biasanya hanya memperbolehkan maksimal 2 orang/kamar)
4. sarapan gratis (tidak semua hotel kasih fasilitas ini)
5. daerah sekitar ramai dan ada bazaar, jadi lmyn ramai dan aman
Yang kami sesali dari pilihan ini
1. kecil
2. tempat tidur tnyt 2 single bed - padahal jauh hari sudah pesan untuk ber3 [kami kira bakal dapat extra bed], jadilah kami untek2an]. Hotel bilang kalo mau sih nambah 50 Ringgit/malam buat dpt tmbhn matras *sigh*


Saya pribadi ga masalah tidur untek2an, cuma kasian 1 temen saya (sebut saja W) yg [dia sendiri bilang] tidak terbiasa/tidak bisa tidur kalo ada orang di sisinya. Tapi akhirnya kami pilih gabungin bed dan 2 orang tidur agak berdekatan untuk memberi ruang pada 1 teman saya tsb.


3. wifi di kamar sangat lambat [boleh dibilang ga bisa nyangkut sm skali] akhirnya perlu ke lobby

4. Hanya di beri 1 handuk [padahal,,,lagi2 saya harus bilang, jauh hari kami pesan untuk ber 3, seharusnya setidaknya mereka kasi 2 lah layaknya hotel lain]
5. cuma ada 2 bantal [lagi2 saya harus bilang, jauh hari kami pesan untuk ber 3]
6. komplain kami soal point 4&5 selalu ditanggapi dengan enteng dan alasannya selalu sedang penuh *duh
Saran temen saya W yg sering bolak balik KL bilang: besok lg kalo ke KL pilih MyHotel aja.
Untuk Citin Masjid Jamek Hotel ini kami mengeluarkan 88SGD/ orang untuk stay (check in Sabtu malam - check out Selasa siang)
Transport dari Bandara KLIA hingga hotel kami menggunakan KLIA express 2 kali (sewaktu pertama kali tiba dan akan pulang), tiket KLIA express = 35 RM dengan jarak tempuh 28 menit saja (jauh lebih cepat dari trasnport publik yg lainnya).




Transport lain2 sewaktu bolak balik dari satu tempat ke tempat lain kurang begitu saya perhitungkan karena jumlahnya yang kecil2 tapi berkali2. Rata2 sih per perjalanan 1.3 RM. 
Kami sempat menggunakan taksi satu kali karena terpaksa, dari KWC (shopping centre Kenanga) ke Berjaya Times Square cuma 6 RM. Ingat, cari taksi yang berargo!

Jadwal hari ke
1. batu cave, central market, petaling street, petronas, suria KLCC (water show & blanja2)
2. masjid jamek, dataran merdeka, arch gallery, bukit bintang (berjaya times square), sungai wang
3. keliling bazar sekitar hotel




Pengeluaran pribadi kami terutama belanja barang pribadi karena teman2 saya memang hobi belanja (maklum dengan kurs Singapore yg lebih kuat daripada Malaysia, barang yg mahal di Singapore menjadi terlihat murah di Malaysia). Selain belanja, pengeluaran juga di makanan. Itu terutama karena saya dan teman melayu singaporean ingin mencicipi makanan yg di Singapore tidak certified halal (misal: sushi) dan di Malaysia jelas certified (syurganya pencari logo halal :). 
Pengeluaran makanan saya pribadi (seingat saya)
1. bubble tea : 6.9 RM
2. subway wrap : 12.6 RM
3. sushi : 8.5 RM
4. Oldtown Hor fun + white coffee+ organic weed grass : 10.9 RM + 5.5 RM + 7 RM
5. Kenny Rogers Roaster : 18.9 RM
6. Kripy Kreme : 2.5 RM
{itu sejauh yg saya ingat haha}

Oleh2 Petronas Tower saya beli di Sungai Wang (seberangnya Berjaya Times Square) tingginya sekitar 15 cm dan alas bawah kayu tingginya sekitar 4 cm, karena lelah nawar berakhir di 30 RM, ditambah 3 set gantungan kunci (katanya) diskon jadi 20 RM. Oleh2 kaos saya beli di bazaar dekat hotel karena males muter lagi di hari terakhir 2 kaos = 25 RM. Oleh2 magnet kulkas yg unik saya beli di Arch Gallery KL @9RM, beli 3 diskon jadi 23 RM.

Jadi total kira2 selama di sana 3 hari:
1. tiket PP + hotel : 64+88 SGD = 132 SGD
2. KLIA express PP = 70 RM
3. Tiket kreta ksana kemari (kira2) + taksi sekali = 15 RM + 6/3 = 17 RM
4. Makan = 100-an RM
5. Henna di Batu cave = 10 RM
6. Oleh2 dan blanja2 = 200-an RM








Senin, 10 Juni 2013

Malacca Tour Day 2

Masi seperti hari I, kami memilih berjalan kaki, menyehatkan, menggemporkan dan tentu saja penghematan!
Tujuan wisata hari II ini tidak sebanyak hari I karena kami hanya punya waktu hingga jam 1 siang. Jam check-out hotel maksimal jam 1 dan bus menjemput ke hotel jam 2.30.
Hari II berangkat dari hotel jam 9 lebih (haha) setelah sarapan gratis di hotel padahal kami masuk ke resto hotel jam 8.15an :D. Maklum yang gratis dan enak musti dioptimalkan..lumayan buat anak kos ini perbaikan gizi banget :D.
Selesai sarapan kami menuju ke jalanan sekitar Jonker Street mencari-cari yang namanya museum Baba Nyonya. Sambil nyari2 ini museum, Anda akan disuguhi galeri2 seni di sepanjang jalan menuju Baba Nyonya, lumayan buat cuci mata (saja:).  
Jadi ceritanya ini museum sebenernya rumah konglomerat yang disulap jadi museum. Keluarga konglomerat itu sendiri masi ada hingga sekarang, kalo ga salah sudah generasi ke 7 (atau 8 gitu- lupa2ingat :D). Tiket masuk ke museum ini 12ringgit/orang dan Anda akan dibawa tour selama kurang lebih 55 menit ke rumah 2 lantai ini. Di dalam museum Anda dilarang mengambil gambar (walo aslinya saya gemes juga ada bule maen jepret pake DSLR super gedenya tapi ga ketauan sama tante guide-nya). Oh ya lupa bilang, 55 menit tour itu kita ga jalan luntang-lantung ga jelas sendiri, melainkan dipandu oleh tante guide (udah bukan mbak2 lg dianya).
Koleksi yang dipamerkan mulai dari baju pengantin tradisional, meja kursi antik yang harganya melangit, tangga rumah yang harganya juga ga membumi, hingga lukisan2 anggota keluarga dari moyang dulu hingga generasi kini. Selain itu tante guide juga menjelaskan many things, seperti upacara adat pernikahan dan kematian.
Banyak hal yang bisa dipelajari ketika mengunjungi museum ini, sejauh yang saya tangkap, orang Cina memang benar-benar tangguh dan ulet hingga menjadikan mereka seperti itu. Selain itu, mereka sangat menghormati orang tua terutama ibu. Di salah satu ruang museum ini dipajang foto ibu sebagai pajangan utama, dan bukan semata2 karena museum tapi memang dari dulu demikian adanya. Kenapa bukan foto ayah? Karena sang Ayah akan pergi berbulan-bulan berdagang sehingga seluruh urusan rumah tangga sepenuhnya di handle ibu. Maka, selain sebagai tanda penghormatan, foto ibu dipajang sebagai 'pengenal' inilah si empunya rumah. Boleh dibilang juga, istri2/para ibu yang digambarkan di museum ini selain dimuliakan juga dimanja :D, perhiasan mereka segambreng -mirip toko emas jalan- dan ada meja judi (mahyong) disediakan untuk mereka maen bersama kerabat2 wanita lainnya *wew, yg terakhir ini don't try this at home lah +.+'. 
Ternyata rumah-rumah di kawasan Baba Nyonya ini dulunya digolongkan berdasarkan kasta, semakin tinggi temboknya makin tinggi kastanya *begitu kira2 yg saya tangkap :). Tingginya tembok buat ngalangin cinta backstreet antar kasta (haha-antara ya dan tidak sih :D)
Buat yang pengen beli oleh2 dari museum ini ada banyak souvenir yang dijual, mulai dari lukisan, dompet batik&kipas batik (mirip yg di beringarjo jogja bo', cuma beda hargaa -banget!), dan ada juga yg gratisan: postcard! Dan ya..tentu saja, saya pilih yang gratisan! -hemat pangkal kaya-

Selesai dari Baba Nyonya, saya lanjut jalan-jalan muter2 ga jelas sebelum balik lagi ke hotel.
Di hotel kami check out dan nunggu jemputan dan jejepretan narsis di lobby hotel :D.

Itinerary hari II untuk 2 orang:
Baba Nyonya : 12 x 2 = 24 ringgit
Es klamud      : 5
oleh2 hiasan magnet kulkas : 20
Total belanja ber2 : 49 Ringgit

Sedikit oleh2 narsis :D

Salah satu galeri dari jajaran galeri sepanjang jalan di poto ini

Gerbang depan Museum Baba Nyonya
(jangan tertipu, depan tampak secuil, dalamnya luasss)




Minggu, 19 Mei 2013

Malacca Tour Day 1


Jadi ceritanya trip kali ini adalah escape-nya saya dan temen saya yang sama2 selesai final exam awal mei ini.  

Ya walo belom ada pengumuman hasil ujian (biasanya hasil ujian diumumkan sebulan sesudah ujian via sms/email/integrated website univ.), rasanya udah mumet kliyeng2 dan pengen refresh, jadilah trip singkat dengan perencanaan supersingkat kami berdua :D.

Temen saya selesai ujian 8 Mei dan saya 10 Mei, kami berdua sama2 disibukkan kegiatan masing2 dan nekat  pilih tanggal 11 Mei untuk perjalanan kami haha! Sebelumnya, jauh hari kami ada antara 2 pilihan Cameroon Highland atau Malacca, dan kami putuskan destinasi kami kali ini adalah Malacca (Malaysia).
Akhirnya kami berdua memilih paket travel deal dari Groupon Singapore ke Malacca. 

Dari Groupon singapore kami memilih deal senilai $196 untuk berdua (alias $96/ orang) dengan fasilitas: coach (bus full AC) PP dan hotel. Untuk tour sendiri kami lebih suka jalan2 sendiri tanpa ikatan travel agent, selain hemat juga bisa lebih puas menjelajah, tanpa harus diburu2 tour guide buat balik ke bus :D
Kami berangkat jam 8.30 dari Golden Mile Tower dengan bus Konsortium, jadi ini semacam pool bus-nya gitu. Di perjalanan ada 2 kali pemeriksaan, pertama di Tuas (Singapore) untuk penumpang yang akan menuju Malaysia (keluar dari Singapore) dan di Malaysia (duh lupa, kayanya di Johor Baru apa y :p). Kami jg sempat berhenti satu kali untuk rehat di rest area selama 15 menitan. 

Ketika memasuki area Malaysia, kami disuguhi kebun kelapa sawit dan kalo boleh saya bandingkan dengan Indonesia...mirip sekali. Kalo saya ingat2 mirip jalan tol di Bandung atau ga Bandung menuju Jakarta. Spanduk dan bendera partai juga bertebaran (maklum waktu itu Malaysia baru aja selesai pemilu), tapi untungnya tidak semacet Bandung dan Jakarta. Aspal jalanan mereka halus (jadi inget jalanan Bandung yang super juelek) dan kalo ngomongin cuaca, wow, panasnya mirip (panas banget!).

Kami sampai di Hotel Ramada Malacca sekitar pukul 13.30 dan wow! Saya terseponah, untuk deal kami berdua, saya menilai ini sangat worth it! Hotelnya gede, staffnya ramah, fasilitas OK! Di kamar kami bahkan ada iron dan ironing board haha, tau gitu saya ga usah nyetrika pagi2 -_-'
Setelah melepas penat sejenak di kamar hotel kami berangkat dengan modal peta dari hotel dan buku panduan wisata hasil pinjeman temen di library NLIB singapore :D. Singkatnya hari pertama dari hotel kami jalan kaki sekitar 20 menitan mengunjungi: 
- Malacca Church yang terkenal di depannya ada air mancur itu, lalu ke benteng Dutch dan kincir air (satu area), jalan2 museum2 sepanjang pusat kota Malacca (karena memang Malacca terkenal dengan museumnya), kami sempat naek becak cinta -saya namai demikian karena desain aksesorisnya bunga2 bentuk cinta :D. Becak cinta ini kami tawar dari 30 jadi 25 RM untuk putaran besar (30 menit). Tapi kalo dipikir2 kami muter2 lebih dari 30 mnit hehe, jadi untung :D

- Jonker Street (ini dari rekomendasi buku pinjeman library :D- area ini semacam Chinatown-nya Malacca) karena kami kelaparan dan thaa thaaa...ga ada satupun yang jualan nasi berlabel halal...padahal kaki kami udah pada gempor kebanyakan jalan kaki!
Plus kami belum lunch sama sekali hari itu krn sekitar hotel ga nemu tempat makan yg menjerat hati kami di sekitar hotel, jadilah kami para pelancong kelaparan!

Sekedar tips, pejalan kaki di sini ga terlalu dapet hak kaya kalo jadi pejalan kaki di Singapore -_-. Selain itu nyebrang jalan juga sering asal nyebrang. So, hati2lah :)

Akhirnya kami putuskan balik arah ke Megamall di deket Hotel Hatten untuk mencari sesuap nasi literally!
FYI, temen saya dan saya agak menyesal pilih paket Ramada Hotel haha, walo kami tau hotel Ramada sangat OK, tapi hotel Hatten (ada di paket deal juga) juga gede dan keren! Di tambah lagi Hatten ini lebih murah dan langsung nyambung ke Megamall-nya jadi lebih gampang cari apa2 dan lebih deket ke area wisatanya! Wuaa langsunglah kami berdua agak2 surem :P. Tapi kami berhasil mencari pembelaan diri, Hatten letaknya di selatan, sementara Ramada di tengah, jadi kalo mau menjelajah baik utara ato selatan akan lebih mudah (haha menghibur diri- nyatanya kami berdua cuma sempet jelajah area selatan dan belum sempet ke waterfall di area utara :D).

Di megamall setelah berputar mencari nasi akhirnya kami nemu Kopitiam Classic yang berlabel halal, jadilah kami makan dengan lahap! Setelah itu kami ke mana? Jawabannya konyol: Hatten Hotel! Yak, dengan pedenya kami masuk kesana dan keliatan kaya tamu beneran wkwkwk, padahal akhirnya kami ber-2 cuma duduk2 di lobby dan saking ngantuknya saya ketiduran di kursi selama 15 menitan *saya emang ahli tidur, di MRT berdiripun saya bisa tidur :D* Untungnya temen bangunin saya karena ada petugas ngliatin pelancong tepar ini tidur di lobby :p

Lepas leyeh2 di Hatten, kami putuskan ke Pulau Malaka, pulau kecil di seberang Malaka daratan. Kami ingin melihat Masjid dan apapun yang ada di sana karena penasaran. Lagi-lagi jalan kaki dengan bermodal peta, google map, dan nanya sana sini.
Cukup beruntung sih bisa melihat sunset ketika kami menyebrangi jembatan menuju pulau itu. 
Tapi yang terjadi setelah melewati jembatan itu bener2 membuat kami shock -dan mengambil ksimpulan, kami terlalu berani dan nekat!
Ketika kami memasuki area pulau itu..sepi...tanpa pemukiman sama sekali dan yang ada hanya bangunan2 yang sedang dibangun (sepertinya area ini baru akan dikembangkan). Horornya lagi sewaktu kami berjalan di pinggiran jalan raya, ada pengendara motor melambatkan motornya dan menggemborkan. Dan ini sinyal bahaya buat kami cewe be2. Belum cukup sampe situ, di bangunan yg belum jadi itu ternyata ada kuli2 dan mereka jg kasi sinyal -yang buat kami sangat mengerikan! Suasana tambah mencekam karena lampu penerangan minim plus kumpulan gagak2 sahut2an (beneran mirip film horor! >.<)

Dan...jeeeng jeengg...kami kecele ketika melihat masjid tujuan kami lagi direnovasi! Tambah muram deh. 
Alhamdulillah, kami masi bisa berpikir jernih. Melihat ada orang lokal jogging (2 pria 1 wanita - semua paruh baya) akhirnya kami ikuti mereka -biar ada temen haha :D. Mereka nyadar diikutin 2 orang turis ketakutan haha, dan mereka warn us supaya hati2 kalo ke Malacca khususnya cewe, jangan cuma ber-2 karena banyak penyamun dan *yg ini surem banget* mereka blg soal drug addict +.+ (ingatan kami melayang ke bangunan2 sebelum jembatan yg banyak botol2 miras beserakan).

Lepas selamat dari petualangan super aneh ini kami putuskan ke Hatten (haha) untuk rehat sejenak di lobby lagi :D, lalu beli pizza di Papa Jhon (Megamall) dan balik lagi ke Hatten (haha). Kenapa kami balik masuk ke Hatten lagi? Supaya dikira tamu dan kami bisa minta tolong staff sana untuk cari taksi yang ada argonya *licik :D. Yep, hari itu kita udah ga kuat jalan kaki dan memutuskan naksi dari Hatten ke Ramada. Sampai di Ramada kira2 pukul 9.45an.

------Day 1 Finish-----
Itinerary untuk ber 2 
1. GroupOn Deal (Hotel dan Transport) = SGD 198
2. Tambahan charge karena weekend (ke Konsortium) = SGD 40
3. Heritage Tax di Ramada Hotel = Ringgir Malaysia (RM) 2
4. Becak Cinta = RM 25 
5. Makan 
    - es krim 'make ur own ice cream' = RM 9
    - Kopitiam                                    = RM 36
    - Pizza Papa Jhon                         = RM 39.9
    - Taksi                                          =RM 13-an (lupa komanya)

Yep, kayanya itu doang pengeluaran hari 1 :)
Buat yang penasaran gimana rasanya Malacca, cus rencanain dari sekarang gih! It's a great escape actually, if u love museums and history, then it's a great destination for u!
Oleh2 narsis dikit dari ratusan jepretan hari 1 :D



We're staying here @16th floor :)